Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Aku Hobi di Entot Anal Oleh Dady
Iklans.com - Tidak biasanya bis kota pulang kandang lebih awal. Kalau biasanya jam 7 malam masih beroperasi, hari ini, sudah sejam sejak aku keluar dari kantorku di Jl. KHA Dahlan, bis yang kutunggu tak kunjung juga datang. Mungkin imbas dari maraknya demo, yang memacetkan kompleks Kantor Pos, yang kebetulan menjadi sentra setiap demo, sekecil apapun itu. Padahal hari itu juga aku ada acara mujahadahan di Pondok Krapyak, dan kebetulan aku sie acaranya. Segala rasa berkecamuk, demi membayangkan betapa bingungnya teman-teman panitia. Sedangkan handphone andalanku, sudah ngedrop baterenya sejak jam 3 sore tadi, biasa, karena memang hari Sabtu tidak begitu banyak yang harus kukerjakan di kantor, sehingga hiburan alternatife yaa, main game HP.
Becak. Yah, tiba-tiba pikiran itu datang, ketika di depanku, becak sedang menurunkan penumpang. Persis di depan Radio Arma Sebelas, tempat kumenunggu bis. Entah kenapa, padahal kalau dalam keadaan biasa, tidak mungkin aku memakai jasa becak, yang tentunya, akan menghabiskan gaji sehariku, atau bahkan lebih, karena pondok Krapyak memang jauh dari Malioboro. Biasanya aku akan menelephone teman suruh menjemput dan mengganti uang bensinnya, meski tidak jarang ditolak uang itu.
“Silahkan!”, kata yang logatnya tidak pas dilafadzkan oleh yang empunya suara, karena memang penumpang itu bule.
“Terima kasih”, dengan senyum kubalas keramahan yang ditawarkannya. Tanpa banyak basa-basi, kupinta abang becak menggenjot becaknya. Sempat kutoleh bule itu, hmm, masih memandangku, aneh. Dari aku mencoba transaksi becak, tidak lama setelah dia turun, pandangannya aneh. Ah, sudahlah, pikirku, karena kemudian aku disibukkan dengan pikiranku ke acara mujahadahan, selama dalam perjalanan.
Sesampainya di kosku yang dekat pondok, tergesa kuraih dompet, kuberi ongkos pada abang becak. Ada yang aneh, tapi aku sendiri tidak tahu apa. Aku mandi, dan ke pondok. Urusan makan nanti, pikirku. Setelah acara setengah jalan, rasa lapar menterorku. Karena tragedi yang kualami sorenya, maka tugasku sudah dialihkan pada teman lain. Ah, aku bisa santai. Aku bisa bebas keluar nyari makan, pikirku.
Terkait
Tersentak aku, ketika kubuka dompet saat mau membayar. Dompet itu tebal, banyak isinya, dengan berbagai kartu identitas, kartu kredit. Ah, bayanganku langsung ke sosok bule sore itu. Oh, mungkin aku tadi juga bayar becak pake duit di dompet ini, gumanku. Mungkinkah jatuh di jok becak itu, dan tanpa sadar aku mengambilnya? Rasa bersalah berkecamuk. Rasa kasihan, terlebih. Aku yakin bapak itu bergantung banyak dengan dompet ini. Aku lihat isinya lebih teliti. Hmm, dia nginap di Natour Garuda. Yup, aku harus memberi tahu, kalau dompetnya aman, di tanganku.
“Bisa disambungkan dengan Mr. Daniel Smith?”, pintaku kepada pihak hotel. “Sangat penting!”, sambungku. Lanjut baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...