Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Nikmatnya Ngentot Anus Sekertaris Seksi

Nikmatnya Ngentot Anus Sekertaris Seksi

  Tradingan.com - Fabiola, yang biasa dipanggil Febby, seorang wanita cantik berusia 25 tahun. Febby bekerja disalah satu perusahaan pariwisata yang cukup terkenal sebagai sekretaris. Tubuh Febby cukup sintal dan berisi, didukung dengan sepasang gunung kembar berukuran 36B serta wajah yang cantik, membuat setiap pria pasti meliriknya, setiap kali ia berjalan.

Seperti biasa setiap hari Febby pergi ke kantornya di bilangan Roxi Mas, yang tanpa disadarinya ia dibuntuti sekelompok pemuda iseng yang hendak menculiknya.

Sudah beberapa hari para pemuda itu mempelajari kebiasaan Febby pergi dan pulang kantor. Dan hari itu mereka sudah menyusun rencana yang matang untuk menculik Febby. Tiba-tiba dijalan yang sepi taksi yang ditumpangi Febby dicegat secara tiba-tiba, dan sambil mengancam sopir taksinya, mereka langsung menyeret Febby masuk kedalam mobil mereka, dan tancap gas keras-keras, hingga akhirnya mobil mereka larikan kearah pinggir kota, dimana teman-teman mereka yang lain sudah menunggu disebuah rumah yang sudah dipersiapkan untuk ‘mengerjai’ Febby.

Didalam mobil Febby diapit oleh dua orang pemuda berkulit hitam, sedangkan yang dua lagi duduk dikursi depan. Febby sudah gemetaran karena takut, dan benar-benar tidak berdaya ketika dua orang yang mengapitnya memegang-megang tubuhnya yang sintal dan putih itu. Dua pasang tangan hitam bergentayangan disekujur tubuhnya, yang kebetulan pada hati itu Febby mengenakan rok lebar sebatas lutut, dengan atasan blouse putih krem yang agak tipis, hingga bra Wacoal hitam yang dikenakannya lumayan terlihat jelas dari balik blouse tersebut.

Dengan leluasa disepanjang jalan tangan-tangan jahil tertersebut bergentayangan dibalik rok Febby sambil meremas-remas paha putih mulus tersebut, hingga akhirnya mereka tiba dirumah tersebut, dan mobil langsung dimasukkan kedalam garasi dan rolling doorpun langsung ditutup rapat-rapat. Febby yang sudah terikat tangan dan kakinya, serta mulut tersumpal dan mata ditutup saputangan digendong masuk kedalam ruang tamu, dan didudukkan disofa yang cukup lebar.

Ikatan tangan, kaki, mulut dan mata Febby dibuka, dan alangkah terkejutnya ia sekitar tiga puluh pemuda yang hanya memakai cawat memandanginya dengan penuh nafsu seks. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Febby pun mulai dikerjai oleh mereka. Febby yang sudah tidak berdaya itu hanya bisa duduk bersandar di sofa dengan lemas ketika salah seorang lelaki mulai membuka kancing blouse-nya satu persatu hingga blouse putih tersebut dicopot dari tubuh sintalnya itu.

Beberapa orang lagi berusaha membuka rok merah Febby hingga Febby pun akhirnya hanya memakai bra hitam serta celana dalam nylon berwarna hijau muda, dan membuat dirinya terlihat makin menggairahkan, dan spontan saja para pemuda berandal tersebut langsung terlihat ereksi dengan kerasnya. Celana dalam Febby pun langsung buru-buru dilepas dan menjadi rebutan untuk mereka.

Febby dipaksa duduk dengan mengangkang lebar-lebar, hingga vagina-nya yang ditumbuhi rambut-rambut halus itu terlihat dengan jelas, dan mereka pun bergantian menjilati serta menghisap-hisap bibir vagina Febby dengan nafsunya. Kepala mereka terlihat tenggelam diantara kedua pangkal paha Febby, sementara yang lainnya bergantian meremas-remas kedua gunung kembar Febby yang montok itu. Kop BH Febby diturunkan ke bawah hingga kedua gunung kembarnya muncul bergelayutan dengan indahnya, dan menjadi bulan-bulanan pemuas nafsu untuk mereka.

Tidak puas dengan hanya meremas-remas saja, beberapa orang mulai mencoba untuk mengisap-ngisap puting susu gunung kembar Febby yang ranum itu, hingga akhirnya Febby pun dipaksa oral seks untuk mereka. Bergantian mereka memaksa Febby untuk mengulum-ngulum batang penis mereka keluar masuk mulutnya. Kepala Febby dipegangi dari arah belakang hingga tidak bisa bergerak, sementara itu yang lain bergantian mengeluar-masukkan batang penis mereka dimulut Febby yang seksi itu hingga mentok kepangkal paha mereka. Lanjut baca!


Kisah Anal Sex My first time in Tokyo

Kisah Anal Sex My first time in Tokyo

  Aopok.com - Ini pengalaman pertama gue gituan. Lumayan asyiklah. Kejadiannya di Kyoto, Jepang, waktu gue mau cari sekolah. Di sana gue nginep di rumahnya adik nyokap (nyokap gue orang jepang). Waktu pertama kali gue datang ke sana gue di kenalin sama istrinya Om gue, namanya Atsuko.


Tante Atsuko itu lumayan cakep. Tapi yang bikin gue lebih tertarik.. Bodynya.. Hmm.. Kurus nggak, gendut nggak.. Tapi padat berisi. Yang paling yahud dadanya yang membusung, dan pantatnya bulat sekal, uh keren banget.. Apalagi waktu doi jemput gue di airport, doi pake bajunya seksi, serba ketat, dan roknya lumayan pendek (jangankan ibu-ibu kayak tante gue, di Jepang waktu itu lagi musim anak-anak sekolah rok seragamnya pada pendek-pendek.. Mini banget gila! Pokoknya lebih pendek dari pada rok seragam anak SMA di Jakarta deh). Jadi gue biasa ngeliat pahanya yang mulus. Tapi gue nggak enak kalau curi-curi pandang ke tante gue, nggak enak sama Om. Udah bagus gue dikasih numpang di rumahnya. Kalo diusir, mau jadi apa gue di sana.. Ongkos gue pas-pasan..

Kejadiannya waktu pas dua minggu gue di Kyoto. Sore-sorean dikit, waktu gue lagi asyik-asyik bikin paper cc. Di ruang tengah, Atsuko pulang dari kantor.. Tumben-tumbenan pikir gue.. Biasanya Atsuko sama Om gue baru pulang kalau udah lewat jam delapan malem. Kali ini dia pulang sendiri.

Lewat pintu belakang, Atsuko langsung masuk ke ruang tengah. Aih, baju kantornya sensual.. A little tiny jacket fitted her body with tight tanktop underneath, stunningly short skirts that she worn.. Ugh..!

“Konichiwa..” sapa gue. Eh, bukannya dia jawab malah nanya.
“Nikki, watashi wa kirei desu ka? (Nikki, gue ini oke apa nggak?)”
“Ee (ya).” Jawab gue sambil rada bengong. Maksudnya apa lagi? (untuk dialog berikutnya langsung diterjemahkan ke bahasa Jakarte aja ye, capek gue..)
“Elo suka nggak sama gue..?” tanyanya sambil senyum. Gue diem sebentar. Sebagai laki-laki gue tau dong apa maksudnya. Gue deketin dia, terus gue belai rambutnya yang lurus sebahu.
“Gue pulang kantor buru-buru cuma buat elo, Nikki. Gue udah nggak kuat lagi. Udah lama gue nggak ngerasain enaknya hubungan sex. Kalo gue pulang sama suami, Si Loyo itu, nggak bakalan gue punya kesempatan berdua sama elo”, ujar Atsuko sambil meletakkan kepalanya di dada gue.
“Kemarin malam gue ngintip elo di kamar mandi dan liat elo lagi onani. Terus terang, gue akuin kontol elo termasuk ukuran king size. Selangkangan dan celana dalam gue sampe basah.. Gue masturbasi. Gue ngebayangin kalau penis elo itu gue isep dan dimasukin ke memek gue.. Mmhh.. Oohh..”


Tubuh Atsuko menggelinjang dalam pelukan gue. Sengaja waktu dia cerita tadi pinggul gue, gue rapetin ke bodinya, sampai kontol gue yang udeh mulai-mulai tegang itu mepet ke selangkangannya. Bibir Atsuko yang asoy itu gue kiss. Bukan cuma bibir yang main, lidah dan ludah pun saling belit dan campur baur dengan liarnya.

Atsuko mulai merespons. Sebelah kakinya ngelingker di pinggul gue supaya lebih mepet lagi. Paha mulusnya terlihat ketika roknya menyingkap tinggi. Tangan gue mulai main, menjalari pahanya yang tersingkap. Terasa mulus banget waktu telapak tangan gue menyusuri paha bagian dalamnya. Tangan gue terus menjalar sampai menyentuh celah di pangkal pahanya yang masih terbalut celana dalam katun yang lembut. Lanjut baca!


Cerita Sex Ada Kontol diataran Belahan Memek

Cerita Sex Ada Kontol diataran Belahan Memek

  Topoin.com - Kisahku ini berawal dari kenangan bersama seoarang gadis yang bernama Lia, yang berusia 23 tahun dan berstatus sebagai seorang mahasisiwi dari sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

Saat itu Lia yang sedang mengadakan liburan di sebuah tempat pariswisata yang terkenal dengan wisata pegunungan dan pantainya di sebelah timur pulau Bali, tanpa sengaja bertemu dengan diriku yang menjadi seorang pemain musik di cafe.

Pertemuan itu sendiri terjadi di internet cafe, yang kebetulan saat itu aku sedang mengetik beberapa lagu-lagu karanganku sendiri yang sengaja aku simpan di folder mailku.


Lia saat itu sedang mencari informasi tentang tujuan wisata yang ada di daerah itu, namun sampai beberapa saat sepertinya Lia tidak menemukan apa yang dia cari. Dengan sangat sopan dan ramah Lia memulai percakapan dengan menanyakan tempat-tempat yang bagus buat di kunjungi ke padaku.

“Maaf apakah anda tahu tempat-tempat wisata unggulan daerah ini?” tanya Lia tiba-tiba.

Aku yang saat itu duduk berjarak 2 meja darinya terkejut oleh pertanyaan spontan itu.

“Anda bertanya kepada saya?” tanyaku kemudian.
“Iya, maaf kalau mengejutkan anda!” Ujarnya kemudian.

Dengan sedikit gugup, kemudian aku menjawab pertanyaan Lia, karena saat itu juga aku masih serius dengan file-file aku.

“Di daerah ini yang menjadi primadona wisatanya adalah pegunungannya, kedua wisata pantai yang menawarkan pemandangan bawah air yang terkenal dengan karang birunya, setelah itu wisata budaya yang menampilkan objek rumah adat daerah ini,” terangku kemudian.

Mungkin karena penjelasan ku cukup menarik buat Lia, dengan raut muka yang ramah, kemudian dia duduk di sebelah mejaku yang tanpa dia sengaja juga dia telah memandangi monitor di depanku yang saat itu terpampang file dari lirik lagu-lagu karanganku yang saat itu sedang aku print.

“Kamu mengarang lagu sendiri yah?” tanya Lia lagi.
“Iya, kebetulan aja aku pemain musik di cafe dan suka menulis lirik lagu,” terangku lagi.
“Boleh aku baca lirik lagu-lagu kamu?” sahut Lia kemudian.
“Silakan, dengan senang hati,” lanjutku dengan menarik kursi di sebelahku dan menyodorkan kepada Lia, yang saat itu sedang berdiri di sampingku.

Setelah beberapa saat Lia membaca semua lirik lagu-lagu aku dengan serius, tak lama Lia berkata, “Kamu menulis kisah pribadi kamu menjadi lirik lagu yah?” tanya Lia lagi. Yang kemudian aku timpali dengan tersenyum kepada Lia.

“Semua lirik lagu-laguku memang dari pengalaman pribadi, karena aku ingin apa yang menjadi kisah hidupku bisa aku rekam dalam bentuk sebuah seni dan akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagiku nantinya,” jelasku lebih jauh.
“Oh iya, kita sudah lama ngobrol nih tapi belum mengenal nama masing-masing diantara kita” sahut Lia spontan. Lia mengawalinya dengan menyodorkan tangannya..
“Lia..” ujarnya pendek. Yang kemudian giliran aku utuk melakukan hal yang sama.
“Adietya,” sahutku juga.

Dari perkenalan yang singkat itu, kami sudah saling akrab seperti layaknya teman lama. Saat itu juga dia memutuskan pergi besok paginya untuk mengisi acara liburannya dengan snorkeling di sebuah pulau kecil yang sepi dan berpasir putih.

Waktu menunjukan pukul 08.00 WITA, sesuai janjiku dengan Lia. Aku sudah berdiri di depan kamarnya dan kemudian aku mengetuk pintunya. Tak lama ada sahutan dari dalam.

“Pagi Adiet.. Tunggu bentar yah, aku sudah siap kok,” Dalam hitungan menit Lia sudah keluar dari kamarnya.
“Ayo kita berangkat!” katanya kemudian. Lanjut baca!


Kisah Sex Terjebak dalam Anus Berlendir 2

Kisah Sex Terjebak dalam Anus Berlendir 2

  Aopok.com - Akhirnya aku memberanikan diri untuk membalas lumatan-lumatannya, detak jantungku semakin bertalu-talu dan badanku semakin bergetar, rasa maluku memudar, sambil merintih rintih, “Ooom.., ahh.., ahh.., Uhh”, vaginaku mulai terasa basah dan terasa geli tapi nikmat, “Ohh..”

Tangan Om Benny yang satu lagi mulai menyusup di antara ketiakku, mau tak mau kedua tanganku menjadi terangkat, “Ahh.., Omm.., ahh.., uuhh”, akal sehatku entah melayang ke mana, kini tangan Om Benny lebih bebas menelusuri tubuhku, tangan kiri menopang punggung, tangan kanannya terus mengelus bagian-bagian yang sensitif di pantat, ini membuat perasaanku makin melambung, “Ssst.., ahh”.


Kemudian tangannya bergerak naik, hingga handuknya makin terangkat ke atas, badanku serasa lemas tak berdaya, ketika kaki kiri Om Benny dinaikkan dan mendudukkanku di atas tempat tidur. Kakinya terasa hangat di punggung, dia tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk berfikir sehat, Sambil terus melumat bibir, ujung jari tangan kanannya beralih mengelus pahaku naik pelan ke arah pangkal paha, kepalang tanggung tubuh bagian bawahku tidak tertutup apa-apa, membuat dada ini makin berdegup dan serasa darahku mendesir, membuatku kembali merintih-rintih nikmat, “Ahh.., ahh.., uhh”, sebelum mencapai pangkal paha jarinya bergerak turun lagi, karena geli aku kembali merintih.

Tanpa menyentuh vaginaku yang mulai basah karena birahiku mulai bangkit, tangan kanan Om Benny terus naik dan meremas-remas lembut tetekku yang masih tertutup handuk, “Ahh.., Omm.., ahh.., Uhh”, aku semakin merintih rintih nikmat, perlahan tangan Benny mulai membuka handuk dari atas dadaku dan tanpa malu lagi kubiarkan hingga terbuka, tetekku menyembul diantara handuk yang tersingkap tanpa ada perlawanan sedikitpun.

Kurasakan udara hangat di telinga, “Kamu benar-benar gadis yang cantik, dan telah tumbuh dewasa Des, tubuhmu begitu indah”, gumamnya lirih, membuat tubuhku makin bergetar dan nafasnya sesak menahan gejolak di dada mendengar pujian itu, kemudian Om Benny menarik kakinya dan merebahkanku di tempat tidur, Akupun mulai merasa sayang untuk menolak, “..ahh”, aku mendesah kecil tanpa disadari.

Om Benny kelihatannya tahu gejolak birahiku semakin membara. Tangannya mengusap lembut dari telinga turun ke leher, mengusap lembut buah dadanya yang terbuka dan sebaliknya beberapa kali. Aku merasa terbuai seakan anganku melambung, aku kembali pasrah saja saat Om Benny mengulum bibir dengan lembut dan hangat, ada perasaan di hati untuk terus menikmati belaian belaian lembut itu. “Ja.. jangan Om.., ahh”, kedua tanganku serasa lumpuh dan tidak berusaha menahan tangan Om Benny yang kemudian merenggut handuk itu serta melemparnya ke sisi ranjang, sekilas kulihat mata Om Benny menyapu ke seluruh tubuh bugilku.

Aku menggelinjang-gelinjang geli dan nikmat saat jemari itu menari dan mengusap lembut di atas buah dadaku yang mulai berkembang lembut dan putih, seraya terus berpagutan, perasaan nikmat, geli dan anganku melambung kembali saat jemari itu mempermainkan puting susu yang masih kecil dan kemerahan itu. “Omm.., aahh.., uuhh.., ahh”, birahiku makin memuncak, “..ngghh..”, vaginaku semakin basah. Tanpa sadar kepalanya makin kudekap. Lanjut baca!


Kisah Sex Terjebak dalam Anus Berlendir 1

Kisah Sex Terjebak dalam Anus Berlendir 1

  Tradingna.com - Namaku Desyantri, menurut teman-teman aku mempunyai wajah cantik, alis mata tipis dengan mata indah dan jernih yang dilindungi oleh bulu lentik, hidung tergolong mancung dan bagus, bibir tipis, mungil merah alami serasi dengan bentuk wajah. Kulit kuning langsat mulus dan terawat.

Sejak dua bulan yang lalu, aku tinggal bersama keluarga Om Benny yang masih saudara sepupu Mama, karena orang tuaku pindah tugas ke luar negeri untuk jangka 2 tahun. Usia aku 16 tahun, aku mempunyai tinggi 157 cm, dengan berat sekitar 40 kg, yah kadang sifatku memang kekanakan.


Om Benny dan istrinya Tante Tina punya seorang anak laki-laki, Didit yang berusia 4 tahun. Mereka tidak punya pembantu, setiap hari anaknya dibawa dan di titipkan pada kelompok bermain yang terletak di dekat tempat kerja Tante Tina. Tante Tina sendiri adalah seorang wanita yang manis dan tampak lesung pipitnya ketika tersenyum, badannya masih langsing walaupun sudah punya anak. Sedangkan Om Benny berumur kira-kira 35 tahun, berkulit coklat dan ganteng, sangat menyayangi keluarganya. Meraka adalah keluarga yang harmonis. Aku merasa betah tinggal di rumah mereka, karena telah di anggap sebagai keluarga sendiri.

Om Benny mempunyai sebuah rumah mungil dengan tiga buah kamar, Aku menempati kamar paling depan dan menghadap ke jalan, suasananya nikmat. Om Benny dan istrinya menempati ruang tengah yang mempunyai kamar mandi sendiri, ada juga sebuah pintu yang menghubungkan ke kamar belakang di mana Didit biasa tidur. Ruang tamu dan ruang keluarganya cukup besar. Aku biasa menggunakan kamar mandi yang terletak di belakang dekat dapur. Bila hari libur mereka jalan-jalan dan rekreasi bersama, Aku selalu diajak, suasananya menjadi semakin menyenangkan.

Suatu malam, tidak sengaja aku terbangun mendengar suara rintihan dan dengusan nafas yang memburu dari kamar sebelah, suara itu makin lama makin keras. Aku melihat ke arah lubang angin di atas meja belajar, lampu di kamar sebelah masih kelihatan terang. Hatiku diliputi rasa penasaran, pelan-pelan aku bangun dan mematikan lampu kamar, dengan hati-hati mengendap naik di atas meja belajar, aku agak membungkuk untuk bisa melihat ke kamar sebelah melalui lubang yang cukup besar. Aku kaget melihat adegan yang terjadi di kamar sebelah, sampai hampir jatuh, tapi untung cepat sadar. Aku melihat Om Benny sedang bergumul dengan istrinya tanpa mengenakan selembar pakaian. Semula aku ingin mengurungkan niat untuk melihat perbuatan mereka, karena rasa ingin tahuku besar dan merasa penasaran, aku kembali mengintip mereka.

Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, tapi aku mulai tertegun saat Om Benny bertumpu dengan lututnya yang kebetulan menghadap ke arahku, aku semakin tegang dan terbelalak melihat titit Om Benny berdiri tegang dan besar di antara kedua pahanya, sebelumnya aku tidak pernah melihatnya, sangat berbeda dengan kepunyaan Didit yang masih kecil, tengkukku mulai merinding, badanku terasa panas, tapi mataku masih terus menatapnya. Lanjut baca!


Viral Aku Hobi di Entot Anal Oleh Dady

Viral Aku Hobi di Entot Anal Oleh Dady

  Iklans.com - Tidak biasanya bis kota pulang kandang lebih awal. Kalau biasanya jam 7 malam masih beroperasi, hari ini, sudah sejam sejak aku keluar dari kantorku di Jl. KHA Dahlan, bis yang kutunggu tak kunjung juga datang. Mungkin imbas dari maraknya demo, yang memacetkan kompleks Kantor Pos, yang kebetulan menjadi sentra setiap demo, sekecil apapun itu. Padahal hari itu juga aku ada acara mujahadahan di Pondok Krapyak, dan kebetulan aku sie acaranya. Segala rasa berkecamuk, demi membayangkan betapa bingungnya teman-teman panitia. Sedangkan handphone andalanku, sudah ngedrop baterenya sejak jam 3 sore tadi, biasa, karena memang hari Sabtu tidak begitu banyak yang harus kukerjakan di kantor, sehingga hiburan alternatife yaa, main game HP.


Becak. Yah, tiba-tiba pikiran itu datang, ketika di depanku, becak sedang menurunkan penumpang. Persis di depan Radio Arma Sebelas, tempat kumenunggu bis. Entah kenapa, padahal kalau dalam keadaan biasa, tidak mungkin aku memakai jasa becak, yang tentunya, akan menghabiskan gaji sehariku, atau bahkan lebih, karena pondok Krapyak memang jauh dari Malioboro. Biasanya aku akan menelephone teman suruh menjemput dan mengganti uang bensinnya, meski tidak jarang ditolak uang itu.

“Silahkan!”, kata yang logatnya tidak pas dilafadzkan oleh yang empunya suara, karena memang penumpang itu bule.

“Terima kasih”, dengan senyum kubalas keramahan yang ditawarkannya. Tanpa banyak basa-basi, kupinta abang becak menggenjot becaknya. Sempat kutoleh bule itu, hmm, masih memandangku, aneh. Dari aku mencoba transaksi becak, tidak lama setelah dia turun, pandangannya aneh. Ah, sudahlah, pikirku, karena kemudian aku disibukkan dengan pikiranku ke acara mujahadahan, selama dalam perjalanan.

Sesampainya di kosku yang dekat pondok, tergesa kuraih dompet, kuberi ongkos pada abang becak. Ada yang aneh, tapi aku sendiri tidak tahu apa. Aku mandi, dan ke pondok. Urusan makan nanti, pikirku. Setelah acara setengah jalan, rasa lapar menterorku. Karena tragedi yang kualami sorenya, maka tugasku sudah dialihkan pada teman lain. Ah, aku bisa santai. Aku bisa bebas keluar nyari makan, pikirku.

Tersentak aku, ketika kubuka dompet saat mau membayar. Dompet itu tebal, banyak isinya, dengan berbagai kartu identitas, kartu kredit. Ah, bayanganku langsung ke sosok bule sore itu. Oh, mungkin aku tadi juga bayar becak pake duit di dompet ini, gumanku. Mungkinkah jatuh di jok becak itu, dan tanpa sadar aku mengambilnya? Rasa bersalah berkecamuk. Rasa kasihan, terlebih. Aku yakin bapak itu bergantung banyak dengan dompet ini. Aku lihat isinya lebih teliti. Hmm, dia nginap di Natour Garuda. Yup, aku harus memberi tahu, kalau dompetnya aman, di tanganku.

“Bisa disambungkan dengan Mr. Daniel Smith?”, pintaku kepada pihak hotel. “Sangat penting!”, sambungku. Lanjut baca!


Viral Kisah Sex Diana Diperkosa Malah Tersanjung 3

Viral Kisah Sex Diana Diperkosa Malah Tersanjung 3

 Iklans.com - Hari menjelang malam, ketika Dian pulang terburu buru melewati gang sempit itu. Tiba-tiba lengannya dicekal. Tono, salah seorang yang memegang fotonya menarik Dian ke balik pagar seng kumuh.

“Jangan Kak. Dak galak aku.” Dian menangis ketika melihat Tono sudah memelorotkan celananya.
“Terserah, kalau dak galak kusebar ke foto kau, biar lanang sekampung tahu kau biso dipake”
Dian dipaksa berjongkok.
“Ayo, isep.”


Dian dipaksa mengoral Tono. Tempat itu adalah bekas pembuangan sampah yang sudah dipagari seng. Dian dengan jengah memasukkan penis Tono ke mulutnya, kemudian mulai menyedot dengan cepat, berharap Tono segera ejakulasi. Tono mencengkeram kepala Dian yang bertopi itu kemudian menyetubuhi mulutnya. Diluar rumah Dian memang mengenakan topi. Dan hal itu malah semakin membuatnya merangsang.

“Pelorotkan jins kau Dian..”

Tono menarik Dian berdiri. Dian memang mengenakan kaos ketat dan jins ketat, walaupun berkerudung. Dian menangis, tapi ia tahu percuma membantah. Perlahan ia membuka kancing jinsnya kemudian menurunkan retsletingnya. Tono menelan ludah ketika jins itu merosot ke mata kaki. Dian mengenakan celana dalam mini berenda.

“Ayo, nunduk! Cepat.”

Dian dipaksa berpegangan pada sebuah bekas meja. Kemudian celana dalamnnya dipelorotkan menyusul jinsnya. Tono telah ngaceng berat. Tanpa ba bi Bu lagi ia menyodokkan penisnya ke vagina Dian dari belakang.

“Ukhhnnghh. Nghh!” Dian merasa ngilu di selangkangannya. Tono merasakan vagina Dian yang kering dan kesat menjepit penisnya, menimbulkan kenikmatan.

“Jeritlah kalau berani Dian. Uh! Uh! Uh!”

Tono mulai menyetubuhi Dian. Menyodok nyodok Dian hingga tubuhnya tersentak sentak. Dian mencengkeram pinggiran meja itu keras, menggigit bibirnya menahan jeritan kesakitan. Di samping seng terdengar beberapa orang lewat. Dian mati-matian menahan jgn sampai bersuara. Tono yang melihat itu semakin bernafsu memperkosa Dian. Kaos Dian digulungnya hingga leher sehingga ia bebas meremas remas payudara Dia n yang bundar menggantung. Bahkan Tono mencabut penisnya dan memindahkannya ke lubang dubur Dian.

“Ngngkh!! Nghh!!” Dian menggigit bibirnya.

Hampir terjerit. Dan Tono menungganginya seperti anjing. Hingga, croott.. Crrt.. Crrt. Spermanya memancar mengisi dubur Dian. Tono meremas buah pantat Dian dengan keras. Ia mencabutnya perlahan.

“Ohh.. Nikmat Dian. Besok lagi yo he he he.” Tono membenari celananya sambil menyeringai. Meninggalkan Dian yang terduduk lemas. Jin dan celana dalamnya di mata kaki. Lanjut Baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia